kebakaran…

Kebakaran…. kebakaran….

Pagi ini mengalami kejadian yang tidak akan kulupakan dan menjadi

pengalaman berharga. Ceritanya usai makan sahur dan sudah imsak,

tiba-tiba listrik  mati. Seperti biasa, kami menyalakan lilin untuk penerangan.

Aku pun menyalakan lilin untuk ke kamar mandi. Beres wudhu, lilin

kuletakkan di atas kulkas, dan segera menunaikan sholat subuh. Belum

selesai sholat subuh, adik sudah menangis ingin ditemani tidur dan minum

ASI. Akhirnya selesai sholat aku segera menemani adik tiduran dan mimiki.

Memang sesuatu kecelakaan itu dari sebuah kelalaian, kelupaan dan tidak

hati-hati, dan yang kulakukan, aku sudah melupakan lilin yang aku tinggal di

atas kulkas. Satu hal yang fatal dan tidak sesuai SOP, alas lilnnya terbuat dari

bahan plastik. Setengah jam berlalu sampai akhirnya suami terbangun dari

tidur ba’da subuhannya. BAU GOSONG KEBAKAR! Otimatis suamiku teriak

kebakaran… kebakaran…. Di situlah aku sadar aku lupa mematikan lilin,

padahal listrik sudah menyala. Kepanikan melanda seluruh penghuni rumah,

termasuk anak sulungku. Dengan gemetar, aku langsung mengambil air

segayung dari kamar mandi dan langsung kusiram ke api itu. Guyuran kedua

barulah api itu padam. Alhamdulillah apinya belum besar waktu kami

menemukannya. Tapi… dengan kejadian ini aku rugi. beberapa barang sudah

terbakar, dompetku yang berada di dekat lilin ikut terbakar bersama isinya

Rp. 466.000 uang belanja, tas kosmetik dik husna seisinya hangus. Masih

bersyukur, uang di dalam dompetku hanya terbakar 25 persennya, semoga

masih bisa ditukar di Bank Indonesia. Wah, bisa ga belanja ni, untung dana

untuk pos yang lain sudah aku alokasikan dan ada di tas.
Usai api padam, aku menangis, aidil anak sulungku juga. Aku nangis karena

menyesal atas kecerobohan dan kelalaian, beda dengan aidil. Dia menangis

karena khawatir tabungan celengannya juga ikut terbakar, seperti dompet

umminya :). Tapi karena terbuat dari logam jadi tidak ikut terbakar.
Saat itu aku teringat saat mengajar K3LH di kelas X-TKJ. Bukankah aku

mengajarkan ke siswa tentang bahaya kebakaran dan pencegahannya?

kenapa malah aku sendiri tidak menerapkan ilmu yang aku ajarkan, (payah

!!!!). Jadi teringat saat aku menjelaskan: “Anak-anak, 3 syarat kebakaran

itu apa saja? Bagaimana melakukan pencegahan kebakaran?” fhuih, kenapa

aku malah meletakkan api di dekat bahan mudah terbakar. Aku lupa, lalai,

lengah!
Mulai sekarang aku jadi ga mau pakai lilin lagi, mau aku ganti emergency

lamp aja. Banyak hikmah yang kudapatkan. Sekedar evaluasi diri, di bulan

Ramadhan ini tidak banyak yang kudapat, aku kurang ibadah, sehingga Alloh

mengingatkanku untuk kembali kepada-Nya dengan kejadian ini. Diingatkan

agar rajin infaq, uangnya tidak disimpan saja di dompet. Masih bersyukur

diberi kesempatan hidup. masalah  uang yang hangus, semua adalah milik

Alloh, kita harus ikhlas. Tapi, semoga saja masih bisa diganti di BI karena

terbakar ujungnya saja.
Ya Alloh terima kasih Engkau tegur hamba-Mu. Semoga tidak terjadi hal fatal lagi dan hamba-Mu ini bisa lebih hati-hati. Maafkan istrimu ya Mas, Maafkan ummi ya Nak, sudah membuat kalian panik dan bersedih.

Tinggal satu hal yang belum jelas. Flash disk Abi dimana ya??? katanya biasanya diletakkan di atas kulkas. Apa ikut terbakar jadi abu????

Iklan

One thought on “kebakaran…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s